:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/POHON-TUMBANG-Pohon-tumbang-di-perbatasan.jpg)
TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP – Banjir di wilayah perbatasan Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, hingga Minggu (22/2/2026) dini hari belum juga surut.
Air masih menggenangi ruas Jalan Poros Makassar–Parepare sejak Sabtu (21/2/2026) malam.
Menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total di sejumlah titik.
Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Mandalle (Pangkep) dan Kecamatan Tanete Rilau (Barru).
Titik Genangan Terparah
Di Kecamatan Mandalle, genangan terpantau paling tinggi di:
-Depan SMP Mandalle
-Kawasan Kampus Politeknik Pangkep
-Ruas jalan poros Kilometer 78 hingga Kilometer 86
Selain genangan air, dua pohon peneduh tumbang dan sempat memalang jalan, memperparah kemacetan yang memuncak sejak selepas Salat Isya.
Kemacetan bahkan mengular hingga kawasan Tugu Perbatasan Pesisir Tanjung Butung.
Sekretaris Camat Mandalle, Andi Rifai S, membenarkan kondisi tersebut.
“Sejak sebelum buka puasa, air sudah naik ke jalan,” ujarnya.
Hingga dini hari, hujan ringan masih turun dan debit air belum menunjukkan tanda-tanda surut.
11 Desa Terdampak



