:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260219-Stok-tabung-gas-melon-di-Kota-Palopo.jpg)
TRIBUN-TIMUR.COM – Dalam sepekan terakhir, Sulawesi Selatan menghadapi situasi yang semakin pelik.
Warga mengantre panjang mendapatkan BBM.
Pada saat yang sama, tabung LPG 3 kilogram yang menjadi kebutuhan dapur rumah tangga juga sulit ditemukan.
Kios-kios kosong, sementara antrean menumpuk di sejumlah pangkalan.
Di atas kertas, keadaan itu terasa janggal.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar, Senin (14/9/2026), mengatakan stok LPG 3 kilogram cukup.
Bahkan September ini Pertamina menambah 260 ribu tabung, setara hampir 80 persen penyaluran harian.
Masyarakat pun diminta tidak khawatir dan membeli di pangkalan resmi.
Tetapi pengalaman Mustamin berbeda.
Warga Pallangga, Gowa, itu Jumat (11/9/2026) mengendarai motor ke Jl Antang Raya demi memperoleh satu tabung.
Sepanjang perjalanan ia singgah di toko kelontong. Tidak ada.
Ketika tiba di pangkalan, jawabannya juga sempat sama: habis.
Ia bahkan harus mengambil nomor antrean. “Satu jam biasa kita antre,” katanya.
Akhirnya nomor satu membuatnya membawa pulang satu tabung LPG 3 kilogram seharga Rp19 ribu.
Di sinilah persoalannya tidak cukup dijawab dengan kalimat: stok aman.



