:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/26092026PanjiBangsa.jpg)
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Tujuh menit. Syamsu Rizal MI Deng Ical menggunakan waktu itu untuk menjelaskan Prabowonomic kepada remaja dan anak-anak muda yang memenuhi Aula Hotel MaxOne, Jalan Taman Makam Pahlawan, Panaikang, Makassar, Sabtu sore hingga malam, 26 September 2026.
Sesekali terdengar tepuk tangan. Sebagian peserta mencatat, sementara yang lain menyimak dari kursinya.
Startup, aktivis, mahasiswa, akademisi, pelaku ekonomi kreatif, dan politisi bercampur dalam satu ruangan.
Mereka duduk berhadapan di sekitar puluhan meja bundar.
Bukan ruang kelas. Bukan kuliah umum. Bukan pula forum kampanye. Panjj Bangsa sedang berada di jalur memviralkan Prabowonomic.
Panji Bangsa adalah akronim Pasukan Jihad Kebangkitan Bangsa. Lembaga yang dilahirkan dari rahim DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menggelar diskusi publik bertajuk “Prabowonomic, Ekonomi Konstitusi, dan Ruang Tumbuh: Percepatan Ekonomi Kelompok Muda Kreatif”.
Diskusi itu dipandu wartawan senior Sulawesi Selatan, AS Kambie.
Sebagai moderator, Kambie mengarahkan pembicaraan pada satu pertanyaan sederhana: bagaimana kreativitas anak muda tidak berhenti sebagai potensi, tetapi berkembang menjadi produktivitas, usaha, lapangan kerja, dan kemandirian ekonomi?
“Sebab anak remaja sekarang tidak selalu memulai usaha dengan membuka toko. Bisa dari laptop. Bisa dari kamera. Bisa dari desain. Bisa dari konten. Bisa dari aplikasi. Bahkan bisa dari sebuah ide yang awalnya hanya muncul di media sosial,” jelas AS Kambie.
Kreativitas dapat tumbuh dari teknologi, karya visual, desain, produksi konten, hingga pengembangan aplikasi. Semua itu membuka peluang usaha baru, tetapi juga menuntut kemampuan untuk mengubah ide menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Panji Bangsa di Garda Terdepan
Masalahnya, kreativitas belum otomatis menjadi bisnis.
Ide belum tentu menjadi produk. Produk belum tentu menemukan pasar. Usaha yang sudah berjalan pun belum tentu memperoleh pembiayaan untuk berkembang.
“Prabowonomic ini murni dari PKB. Prabowonomic pintu masuk dan Panji Bangsa di garda terdepan untuk berdialektika secara akademis mengenai konsep perekonomian ideal bangsa kita,” kata Deng Ical.
Bukan sekadar mencetus. Panji Bangsa sudah membentuk Satuan Tugas Prabowonomic yang diketuai Ahmad Riyadi Leky dan Sekretaris Raqli SC. Pembentukan Satgas Prabowonomic itu di-SK-kan oleh Ketua Umum Panji Bangsa Rivqy Abdul Halim, ponakan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Politisi muda kelahiran 19 Desember 1987 yang akrab disapa Gus Rivqy ini juga anggota Komisi VI DPR RI. Mitra Komisi VI DPR RI, antara lain, Danantara.



