:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kerajinan-tangan-dari-anyaman-eceng-gondok.jpg)
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Dekranasda Luwu Timur (Lutim) ikut meramaikan Makkunrai 2026.
Deretan kerajinan tangan ibu-ibu binaan Dekranasda dijajakan bagi pengunjung.
“Kami bawa itu dari Luwu Timur, kerajinan dan anyaman eceng gondok, kerajinan kayu, rajutan, kerajinan tangan,cemilan-cemilan,” kata Putri Perwakilan Dekranasda Lutim dalam Makkunrai 2026, di Mall PiPo, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar pada Rabu (22/4/2026) malam.
Kerajinan tangan ibu-ibu asal Lutim ini memang menarik.
Diantaranya ada anyaman dari tanaman eceng gondok.
Ada dua produk dihasilkan, yakni nampan dan vas bunga.
“Anyaman dari eceng gondok yang dikeringkan lalu di anyam. Tahan ini bertahun-tahun yang penting tidak kena air,” kata Putri.
Prosesnya butuh berhari-hari. Proses pengeringan membutuhkan Waktu tiga hari sampai sepekan.
Bergantung lagi dengan sinar matahari.
“Setelah kering betul-betul baru di anyam. Harganya ini Rp 60 ribuan,” lanjutnya.
Selain itu ada juga anyaman resam.
Anyaman resam berasal dari tumbuhan paku-pakuan. Bagian yang digunakan yakni serat dari batang resam yang tua.
Prosesnya batang resam diserut lalu diambil bagian dalamnya untuk dikeringkan.
Setelah kering baru masuk proses anyaman.
“Kalau Bahasa Indonesia ini dari resam. prosesnya ini bikin mahal. Inikan bahannya diambil di hutan. Kita kan di Lutim harus nyebrang danau Matano, ini diambil di hutan bahannya,” kata Putri.



