:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/damkar-ajari-rt-rw-cegah-kebakaran-di-tamalannrea.jpg)
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran kepada pengurus RT RW se-Kecamatan Tamalanrea.
Sosialisasi tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tamalanrea, Jalan Perintis Kemerdekaan No.116, Rabu (15/7/2026).
Dalam kegiatan itu, para pengurus lingkungan diberikan materi mengenai berbagai potensi penyebab kebakaran serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan masing-masing.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan sekitar 60 persen kasus kebakaran disebabkan oleh gangguan pada instalasi kelistrikan.
Karena itu, pihaknya meminta para ketua RT RW mengingatkan warga agar rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.
Instalasi yang sudah tidak layak, seperti stop kontak, saklar maupun kabel yang rusak, sebaiknya segera diganti.
Selain itu, masyarakat juga diimbau menggunakan peralatan elektronik secara bijak dan tidak membiarkannya menyala tanpa pengawasan.
”Kepada RT RW untuk mengajak warganya bijak dalam menggunakan barang-barang elektronik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah kejadian kebakaran dipicu oleh penggunaan peralatan elektronik yang dibiarkan menyala dalam waktu lama, seperti kipas angin, setrika maupun perangkat elektronik lainnya.
”Beberapa kejadian kebakaran terjadi disebabkan alat elektronik yang kebablasan digunakan, seperti kipas angin yang terus menyala, atau setrika, dan lainnya,” jelasnya.
Selain faktor kelistrikan, Damkar Makassar juga mengingatkan potensi kebakaran yang berasal dari dapur, kompor, tabung gas elpiji hingga puntung rokok.
”Baru-baru ini kejadian di Jalan Emmy Saelan, gara-gara puntung rokok. Untung bisa cepat ditangani sehingga tidak sempat membesar,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Damkar Makassar juga memperkenalkan struktur organisasi serta fungsi setiap bidang, mulai dari bidang operasional, pencegahan dan pengendalian, sarana dan prasarana hingga bidang penyelamatan (rescue).
”Agar masyarakat lebih dekat dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan bisa bersinergi serta bekerja sama dengan kami,” ujarnya.
Usai penyampaian materi, peserta mengikuti praktik pemadaman api.
Pengurus RT RW diperagakan cara menangani kebakaran yang berasal dari kompor maupun tabung gas elpiji menggunakan kain basah agar api tidak meluas.
”Kami sampaikan penanganan tercepat yang bisa dilakukan, dan yang terpenting tidak panik,” ucap Fadli.
Fadli berharap para ketua RT RW dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat sehingga upaya pencegahan kebakaran semakin meningkat.
Menurutnya, kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama saat musim kemarau karena risiko kebakaran cenderung meningkat.
Fadli juga meminta RT/RW melakukan deteksi dini terhadap potensi kebakaran di lingkungannya, termasuk keberadaan tumpukan sampah di lahan kering atau area yang dipenuhi tanaman mengering.
”Deteksi dini itu penting. Lahan-lahan luas dengan tanaman yang mengering harus segera ditangani,” katanya.
Fadli menambahkan, sosialisasi kepada RT RW dan tokoh masyarakat merupakan salah satu program pencegahan yang rutin dilaksanakan Damkar Makassar.
Kecamatan Tamalanrea menjadi kecamatan kesepuluh yang telah dikunjungi dalam program tersebut.
Selain menyasar kecamatan, Damkar Makassar juga siap menjadi narasumber pada kegiatan yang digelar perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan maupun kegiatan yang diinisiasi pengurus RT RW.
”Kami siap. Silakan menyampaikan undangan secara resmi,” ujarnya.
Lima Kasus
Berdasarkan data Pemerintah Kecamatan Tamalanrea, tercatat lima kasus kebakaran terjadi di wilayah tersebut sepanjang tahun 2026.
Camat Tamalanrea, Andi Patiroi, mengimbau para lurah bersama pengurus RT RW agar semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama memasuki musim kemarau.
Menurutnya, lurah dan pengurus RT/RW memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat sekaligus melakukan deteksi dini terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.
”Kami berharap lurah bersama RT/RW terus mengaktifkan posko keamanan lingkungan dan kebencanaan. Dengan begitu, potensi kebakaran dapat dideteksi lebih awal sehingga penanganannya bisa dilakukan dengan cepat,” ujar Andi Patiroi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah, khususnya di kawasan padat permukiman.
Selain itu, warga diminta membiasakan memeriksa dan memastikan seluruh peralatan elektronik telah dimatikan sebelum meninggalkan rumah.
”Hal-hal sederhana seperti tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan peralatan elektronik sudah dimatikan sebelum keluar rumah sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran. Pencegahan adalah tanggung jawab bersama, sehingga kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat,” ucapnya.
Ketua RT 003 RW 001 Kelurahan Parangloe, Zainal Arifin mengatakan akan memassifkan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada warga.
Ia menjelaskan, sebagai pengurus masjid, ia akan menggunakan sarana toa masjid untuk menyampaikan informasi pencegahan kepada warga.
Selain itu, ia akan memfasilitasi warga untuk dilakukannya edukasi sosialisasi oleh Damkar langsung di lingkungan.
”Kami akan sosialisasi lewat masjid. Sebagaimana kami biasa menyampaikan informasi kegiatan di lingkungan. Nanti juga kami fasilitasi saat damkar langsung sosialisasi kepada masyarakat,” ucapnya. (*)



