KabarMakassar.com — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Teguh Iswara Suardi, menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang masih ditemukan berlubang menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Legislator dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II itu menilai kerusakan jalan, khususnya di lintasan Trans Nasional wilayah Kabupaten Barru, berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan jika tidak segera ditangani.
“Di dapil saya, khususnya di lintasan Trans Nasional Kabupaten Barru, masih cukup banyak lubang di jalan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Ini perlu segera diperbaiki sebelum puncak arus mudik berlangsung,” ujar Teguh, Jumat (13/03).
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang ada, tingkat kemantapan jalan di Pulau Sulawesi sebenarnya telah mencapai 97,15 persen, bahkan menjadi salah satu yang tertinggi secara nasional. Namun, kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya sejumlah titik kerusakan yang perlu mendapat perhatian serius.
Selain infrastruktur jalan, Teguh juga menyoroti tingginya angka kecelakaan transportasi laut yang menurutnya masih menjadi persoalan serius, terutama saat memasuki periode mudik Lebaran.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan seluruh kapal yang akan beroperasi telah melalui proses pemeriksaan kelayakan atau ramp check secara ketat.
“Kecelakaan kapal masih menjadi salah satu penyumbang angka kecelakaan yang cukup tinggi. Karena itu ramp check terhadap kapal-kapal yang beroperasi harus benar-benar diperketat untuk menjamin keselamatan penumpang,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Teguh turut mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan yang mulai memperluas program mudik gratis ke luar Pulau Jawa, termasuk untuk jalur transportasi laut.
“Kami mengapresiasi program mudik gratis yang kini tidak hanya terpusat di Jawa. Pemerataan ini penting bagi masyarakat di wilayah kepulauan,” ujarnya.
Di sisi lain, Teguh juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi curah hujan tinggi pada Maret di sejumlah wilayah, termasuk Sulawesi Selatan.
Ia berharap pemerintah menyiapkan langkah antisipasi agar kondisi tersebut tidak mengganggu kelancaran arus mudik maupun aktivitas masyarakat selama Ramadan.
“Kami berharap momentum Ramadan dan Lebaran berjalan aman. Jika memang diperlukan langkah antisipasi khusus, termasuk modifikasi cuaca, tentu kami mendukung demi keselamatan masyarakat,” jelasnya.
Teguh juga mendorong BMKG memperkuat strategi komunikasi publik agar informasi cuaca dan potensi bencana dapat lebih mudah diakses masyarakat.
“Informasi BMKG sudah sangat akurat. Tantangannya sekarang bagaimana informasi itu benar-benar sampai ke masyarakat melalui berbagai platform, termasuk media digital,” pungkasnya.





