Salah satu baliho yang dipasang oleh Satuan Polantas Polres Boalemo, sebagai media sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait knalpot racing. (Foto : Isitimewa)

Jurnal Celebes.id, BOALEMO – Penggunaan knalpot racing (Brong), tak luput dari perhatian Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Boalemo. Olehnya, himbauan dan sosialisasi kepada masyarakat, terus digencarkan, hingga saat ini.

Adapun langkah yang diambil Polantas Polres Boalemo, yaitu mendatangi bengkel-bengkel yang tersebar di Daerah tersebut. Di samping itu, melakukan pemasangan baliho, serta membagikan pamflet tentang pelarangan penggunaan knalpot racing.

Hal ini dilakukan, tak lain guna menumbuhkan kesadaran masyarakat itu sendiri. Sebab, knalpot racing dapat mengganggu kenyamanan umum. Apalagi, barang satu ini dinilai dapat memicu pengendara membawa kendaraannya dengan cepat dan ugal-ugalan.

Kapolres Boalemo AKBP Dadang Wijaya, S.I.K.,MM, melalui Kasat Lantas Polres Boalemo, IPDA Brata Citra Sakti Purnomo, S.Tr.K, berharap, masyarakat selalu mematuhi peraturan. Misalnya, terhadap UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas, dan angkutan jalan.

Khusus untuk penggunaan knalpot racing ini kata IPDA Brata Citra Sakti Purnomo, jelas diatur dalam UU Lalu Lintas. Bagi yang melanggar, maka siap-siap menerima sanksi sebagaimana bunyi pada Pasal 285 ayat 1, dalam UU Lalu Lintas tersebut.

“Oleh karena itu, kami minta kepada semua masyarakat, agar hal ini menjadi perhatian. Khususnya tentang pelarangan knalpot racing tersebut,”ujar IPDA Brata Citra Sakti Purnomo, kepada awak media ini, Rabu, (18/05/2022).

Ia berharap kepada masyarakat, khususnya para pengendara, juga harus selalu melengkapi surat-surat kenderaan. Intinya, harus disiplin dan menaati peraturan yang berlaku. Sebab, ini semata-mata untuk keselamatan dalam berkendara itu sendiri.

“Terhadap pelanggaran knalpot yang tidak sesuai SNI, dapat dikenakan Pasal 285 ayat (1) jo, Pasal 106 (3) jo, Pasal 48 ayat (2), dan ayat (3) UU nomor 22 tahun 2009, dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan, atau denda paling banyak Rp 250 ribu,”pungkasnya. (Jurnal 02)

Bagikan :
Tag : # #

Jurnalis Satu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.