Kapolres Gorontalo, AKBP Ahmad Pardomuan,S.I.K,M.H memimpin apel untuk kesiapsiagaan dalam mengamankan perayaan ketupat.

Jurnal Celebes.id, LIMBOTO – Untuk mengamankan perayaan ketupat, kurang lebih 404 personel gabungan disiagakan oleh Polres Gorontalo.

Sebelum pelaksanaan tugas, Kapolres Gorontalo, AKBP Ahmad Pardomuan, S.I.K, M.H, memimpin langsung Apel Gabungan Kesiapan pengamanan tradisi lebaran ketupat. Apel tersebut dilaksanakan di Lapangan Apel Polres, Minggu (08/05/2022), sekitar pukul 08.15 Wita.

Dalam apel tersebut, dihadiri oleh personil gabungan mulai dari personel Polres Gorontalo, Polsek hingga personel bawah kendali operasi (BKO) Polda Gorontalo, yang terdiri dari personel Direktorat Samapta, Direktorat Lalu Lintas dan Satuan Brimob. Selain itu ada pula personel TNI Kodim 1314 Gorontalo Utara, serta unsur terkait, dalam hal ini Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, yang ada di lingkungan Kabupaten Gorontalo.

Kapolres Gorontalo, AKBP Ahmad Pardomuan,S.I.K,M.H mengatakan, meski dari pihak Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Gorontalo, tidak menggelar kegiatan ketupat, namun dengan adanya kebijakan pemerintah terkait kelonggaran aktifitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19, dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan (Prokes), bisa dipastikan kegiatan tradisi lebaran ketupat tahun ini akan dipadati oleh masyarakat.

“Oleh karena itu, perlu dilakukan pengamanan secara maksimal, guna menjaga Kamtibmas di wilayah hukum Polres Gorontalo,” ujarnya.

Lanjut kata Alumnus Akpol 1999 ini, personil yang dilibatkan pada kegiatan ini, sudah dibagi sesuai dengan Surat Perintah (Sprin). Mulai dari mengamankan jalur sepanjang 16 kilometer dari arah patung Berdoa Limboto, hingga bundaran Patung Habibie yang ada di Kecamatan Tibawa, melakukan Patroli Mobile untuk mengantisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas, baik pada malam tradisi lebaran ketupat, maupun pada besok hari pelaksanaan yakni Senin (09/05/22).

“Untuk pengamanan jalur, mulai dari patung berdoa Limboto sampai bundaran patung Habibie Tibawa, setiap jarak 1 kilometer, akan ditempatkan personil untuk melakukan Strong Point dalam rangka mengantisipasi kendaraan yang akan diparkir dipinggir jalan, serta mengarahkan pemiliknya untuk memarkirkan kendaraan di halaman rumah, maupun di tempat yang disediakan, sehingga tidak menganggu kendaraan, baik dalam maupun luar kota yang melintasi di jalur trans tersebut,” ungkapnya.

Bilamana terjadi kemacetan, maka sesuai garis komando, Kapolres selaku penanggung jawab di lapangan akan melaporkan kepada Direktur Lalu Lintas, selaku Kepala Satuan Tugas Operasi Daerah (Kasatgas Opsda) dan diteruskan kepada Kapolda Gorontalo, sehingga akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas.

“Kegiatan yang kita laksanakan ini, seluruhnya terkendali sesuai dengan garis komando. Sehingganya, apabila terjadi kemacetan ataupun macet total (Stagnan) kendaraan, maka, selaku penanggung jawab di lapangan, saya selaku Kapolres, akan melaporkan kepada Dir Lantas dan diteruskan ke Kapolda Gorontalo, sehingga dilakukan rekayasa arus lalu lintas yaitu meliputi One Way Traffic (Jalur satu arah), maupun Contra Flow (Mengubah arus kendaraan), dimana cara bertindaknya sudah disimulasikan melalui Tactical Floor Game (TFG), yang kami paparkan dihadapan Bapak Kapolda Gorontalo” jelas mantan Kapolres Boalemo ini.

Ditambahkan pula, dari kegiatan ini diharapkan agar, terkait tindak pidana kiranya dapat diminimalisir, dan tindakan yang dilakukan terhadap lancarnya arus lalu lintas, dapat dikendalikan dengan baik.

“Terkait tidak pidana dalam kegiatan ini, semoga dapat diminimalisir, serta terciptanya arus lalu lintas yang tertib, lancar dan baik. Oleh karena itu, saya harapkan agar seluruh personel dapat bertugas dengan baik dan penuh tanggungjawab,” harapnya. (Jurnal 01)

Bagikan :

Jurnalis Satu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.