Kompol Busroni,S.I.K,M.H
Jurnal Celebes.id, GORONTALO – Sejak diterapkannya tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Gorontalo, pada 26 Maret 2022 lalu, maka bagi para pengendara yang melanggar aturan akan otomatis tercapture dan data kendaraan otomatis akan tampil, sehingga pelanggar yang dimaksud akan dikirimkan surat konfirmasi dan wajib mengkonfirmasi melalui website atau barcode yang terdapat di surat konfirmasi tersebut, dan mengisi data pelanggarannya serta membayar denda yang sudah ditetapkan sesuai pasal pelanggaran tersebut.
Nah, bagi pengendara yang melakukan pelanggaran, tidak perlu khawatir untuk membayar denda tilang, karena caranya cukup mudah. Baik itu melalui situs Kejaksaan, maupun pembayaran melalui aplikasi. Apabila tidak terkonfirmasi, atau pelanggar sudah konfirmasi tapi tidak menyelesaikan denda tilang, otomatis STNK tersebut diblokir oleh sistem ETLE.
Dir Lantas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Arief Budiman,S.H,S.I.K yang disampaikan oleh Kasubdit Gakkum, Kompol Busroni,S.I.K,M.H menjelaskan, ada berbagai cara untuk melakukan pembayaran denda tilang elektronik. Contohnya saja dengan cara membayar denda tilang elektronik via situs kejaksaan. Pertama, membuka situs web https:/tilang.kejaksaan.go.id/. Langkah kedua yakni memasukan nomor registrasi tilang setelah konfirmasi  atau  nomor berkas tilang lalu klik ‘cari’, langkah selanjutnya yakni melihat besaran denda tilang sesuai pasal pelanggaran yang terjadi, dan yang terakhir klik tombol ‘bayar’.
“Nantinya, pelanggar akan memperoleh kode pembayaran yang bisa digunakan untuk denda tilang. Pembayarannya pula bisa melaui sejumlah bank. Mulai dari Bank BNI, BRI, Mandiri, BTN hingga BPD,” jelas mantan Waka Polres Karanganyar ini.
Tak hanya itu saja, lanjut kata Alumnus Akpol 2005 ini, pembayaran tilang juga dapat dilakukan melalui Tokopedia/ OVO, Bukalapak, kantor pos hingga Finpay. Untuk cara membayar tilang elektronik via mobile banking BRI yakni, masuk ke aplikasi BRI Mobile, pilih menu Mobile Banking BRI > Pembayaran > BRIVA, kemudian masukkan 15 angka nomor pembayaran tilang. Setelah itu, masukan lagi nominal pembayaran, sesuai jumlah denda yang harus dibayarkan. Apabila pembayaran tidak sesuai dengan jumlah denda titipan, maka dengan sendirinya transaksi ditolak atau batal. Masukkan PIN, simpan notifikasi SMS sebagai bukti pembayaran. Tunjukkan notifikasi SMS ke penindak untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita.
“Sedangkan cara membayar denda elektronik via e-Commerce yakni dengan melihat terlebih dahulu kode pembayaran denda tilang melalui situs https://tilang.kejaksaan.go.id/. Kemudian buka aplikasi Tokopedia di smartphone, kemudian pilih menu Top Up/Tagihan, Klik Layanan Pemerintah > Penerimaan Negara,
kemudian pilih Bayar PNBP (Penghasilan Negara Bukan Pajak), kemudian masukkan kode pembayaran, lunasi denda tilang menggunakan metode yang disukai, seperti OVO, Internet Banking, Mobile Banking, Kartu Kredit, dan lain sebagainya. Jika sudah, artinya selesai,” paparnya.
Pada dasarnya kata Kompol Busroni, untuk pembayaran denda tilang, semuanya mudah dan tidak ada yang mempersulit masyarakat. Meski demikian, pihaknya berharap agar masyarakat taat dan patuh terhadap peraturan lalu lintas, sehingga tidak perlu lagi membayar tilang.
“Kami berharap agar masyarakat senantiasa taat dan patuh terhadap peraturan lalu lintas. Stop pelanggaran, stop kecelakaan. Keselamatan untuk kemanusiaan,” tandasnya. (Jurnal 01)
Bagikan :

Jurnalis Satu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.