Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono,S.I.K saat memberikan keterangan terkait dengan dugaan proyektil yang nyasar ke salah seorang anak kecil berusia tujuh tahun. (F. Humas)

Jurnal Celebes.id, GORONTALO – Terkait peristiwa benda asing dari logam  berbentuk seperti proyektil peluru  yang menimpa  rumah milik Melkyanto Moha, di Desa Hulawa, Kompleks Pasar Minggu, yang menembus atap rumah, dan  mengakibatkan  anak usia 7 tahun atas nama Nabila Putri Moha, mengalami luka dibagian paha sebelah kanan, berhasil diungkap oleh Polda Gorontalo, kurang dari 24 jam.

Hal tersebut diterangkan oleh Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono,S.I.K di depan awak media Kamis (02/12/2021).

“Sejak terjadinya peristiwa itu, dimana ada benda asing berbentuk seperti proyektil peluru, yang mengakibatkan korban anak usia tujuh tahun mengalami luka dipahanya, tim Ditreskrimum dan Bid Propam, terus bekerja melakukan penyelidikan, melakukan oleh TKP dan juga pemeriksaan terhadap saksi-saksi, menyisir setiap informasi hingga radius 500 meter dari TKP. Akhirnya, dalam waktu kurang dari 24 jam, hasil penyelidikannya mengarah kepada seorang oknum anggota Polri Bripka MW, yang pada saat kejadian dalam kondisi mabuk di bawah pengaruh Miras, yang membuang tembakan ke atas, dari dalam mobil yang dikendarainya di Jalan Bengawan Solo,” paparnya.

Ditambahkan Alumnus Akpol 1998 ini, berdasarkan introgasi terhadap oknum Bripka MW, waktu dia membuang tembakan dengan peristiwa yang menimpa rumah Melkyanto Moha adalah sama.

“Waktu oknum Bripka MW membuang tembakan di Jalan Bengawan Solo, dengan waktu kejadian di rumah Melkyanto Moha adalah sama, yakni rabu dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Selain itu, jarak lokasi membuang tembakan dengan TKP rumah kurang lebih 300 meter,” terangnya.

Dari hasil penyelidikan mengarah kepada seorang oknum anggota Polri, maka kata mantan Kapolres Bone Bolango ini, yang rencananya benda logam mirip proyektil peluru tersebut akan dibawa ke Laboratorium Forensik Makassar ditunda, sambil menunggu hasil pemeriksaan terhadap oknum anggota Polri MW.

“Agar tidak bolak balik, nantinya Senpi yang sudah diamankan dan benda logam mirip proyektil akan dikirim bersamaan, guna mengetahui apakah indentik atau bukan,” kata Wahyu.

Ditambahkan pula, pihak keluarga korban saat ini sudah membuat laporan Polisi ke Polda Gorontalo, dan saat ini sedang ditangani oleh Ditreskrimum.

“Apabila dari oknum Bripka MW ini terbukti menyalahgunakan Senpi, maka kepadanya terancam dikenakan 2 sanksi yaitu, sanksi pidana umum sebagaimana diatur dalam pasal 360 KUHP yang berbunyi, barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan orang luka berat, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun dan juga sanksi kode etik profesi Polri yang ancaman terberatnya adalah Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH),” tegasnya sembari menambahkan, Bripka MW merupakan personel Polres Gorontalo Utara yang saat ini menjabat sebagai Bintara Unit Samapta Polsek KP3 Anggek. (Jurnal 01)

Bagikan :

Jurnalis Satu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *