Tim Tarsius Polsek Maesa, Polres Bitung, berhasil membekuk pelaku penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam (Sajam).

Jurnal Celebes, BITUNG – Tak butuh waktu lama, Tim Tarsius Polsek Maesa, Polres Bitung, berhasil membekuk pelaku penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam (Sajam) yang terjadi pada Senin (13/09/2021) sekitar pukul 00.30 Wita.

Awalnya, berdasarkan laporan Polisi di Polsek Maesa, pada Senin (13/09/2021) sekitar pukul 01.30 Wita, dimana salah seorang masyarakat bernama Noldi Humena (34), warga Pateten 3 Lingkungan 1 RT 02, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), mengalami luka akibat senjata tajam (Sajam) yang mengenai lengan kanannya. Pada saat itu, sekitar pukul 00.30 Wita, seorang lelaki yang diketahui bernama RK alias Sandi (17), warga Pateten 3 Lingkungan 2 RT 02, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, sedang dalam perjalanan pulang kerumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba saja, sepeda motor yang dikendarai oleh Sandi yang pada saat itu sudah dalam kondisi mabuk, mogok tepat di depan rumah korban Noldi Humena. Sandi pun berusaha menyalakan kembali sepeda motornya dengan menarik pedal gas motor, sehingga mengeluarkan suara keributan, karena knalpot yang digunakan adalah knalpot racing.

Korban Noldi Humena yang merasa terganggu dengan suara bising tersebut, apalagi anaknya terbangun dan menangis akibat suara kendaraan motor tersebut, langsung ke luar dari dalam rumah. Noldi kemudian menegur Sandi untuk tidak membuat keributan dengan suara knalpotnya, akan tetapi Sandi yang sudah dalam keadaan mabuk malah menantang Noldi Humena. Akibatnya, terjadi adu mulut diantara keduanya. Kemudian Noldi memukul Sandi hingga terjatuh. Merasa tidak terima dengan aksi Noldi yang memukulnya, Sandi langsung mengeluarkan pisau yang berada dipinggangnya, kemudian menusukkan pisau tersebut kearah tubuh Noldi. Melihat Noldi sudah mengalami luka tusukan dan mengeluarkan darah, Sandi langsung bergegas melarikan diri.

Tim Tarsius Polsek Maesa yang dipimpin oleh Aiptu Janny Tumbuan bersama anggotanya, usai menerima laporan kejadian langsung bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan. Tak butuh waktu lama, sekitar pukul 12.00 Wita, Tim Tarsius berhasil membekuk tersangka di Pasar Cita, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, tepatnya di rumah keluarganya. Tim Tarsius kemudian menggiring Sandi beserta barang bukti ke Polsek Maesa, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Maesa, AKP Dewa Ayu Rayoka Cempaka,S.I.K ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah berhasil menangkap RK alias Sandi dan mengamankan barang bukti berupa satu buah pisau dapur. Pelaku pun telah mengakui perbuatannya, dimana dirinya menusuk korban dengan menggunakan senjata tajam (Sajam).

“Atas perbuatannya, pelaku kami jerat dengan Pasal 351 KUHP dan Pasal 2 Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tegasnya.

Tak hanya itu saja, Alumnus Akpol 2008 ini pula berharap agar masyarakat tidak lagi mengkonsumsi minuman keras (Miras), karena hal tersebut dapat memicu berbagai persoalan, termasuk penganiayaan.

“Tidak sedikit perkara yang terjadi, diakibatkan dari minuman keras (Miras). Oleh karena itu, mari kita menjauhi yang namanya Miras. Selain dapat merusak diri, juga dapat mengakibatkan berbagai persoalan ditengah-tengah masyarakat,” pungkas mantan Kasat Lantas Polres Pohuwato, Polda Gorontalo ini. (Jurnal 01)

Bagikan :

Jurnalis Satu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *