Satuan Narkoba Polres Gorontalo Kota kembali berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis ganja di wilayah Kota Gorontalo.

Jurnal Celebes.id, KOTA GORONTALO – Belum genap sebulan, Satuan Narkoba Polres Gorontalo Kota berhasil mengungkap peredaran narkotika di wilayah Kota Gorontalo. Kali ini narkotika yang diungkap masih dengan judul yang sama yakni narkotika jenis ganja.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Suka Irawanto,S.I.K,M.Si melalui Kasat Narkoba, Iptu Mahyudin Popoi,S.H membenarkan pengungkapan yang dilakukan oleh pihaknya pada Minggu (01/08/2021) sekitar pukul 20.00 Wita. Pada saat itu yang diamankan adalah lelaki bernama FH alias Fikri (26), warga Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

“Setelah kami mendapatkan informasi dari masyarakat, Tim Opsnal kemudian turun lapangan sekitar pukul 20.00 Wita. Pada saat itu kami melakukan penyamaran untuk memesan barang dengan harga Rp 300 ribu. FH kemudian datang untuk menyerahkan barang disalah satu lahan kosong yang tidak jauh dari rumahnya. Hanya saja, karena melihat ada Polisi, barang yang diduga ganja langsung dibuangnya. Beruntung barang bukti berupa narkoba jenis ganja yang terbungkus Koran, berhasil kami temukan tidak jauh dari lokasi FH,” jelasnya.

Dari hasil pengungkapan tersebut kata mantan Kapolsek Taluditi ini, pihaknya langsung menggiring FH beserta barang bukti. Dari hasil pemeriksaan, FH positif menggunakan narkoba. Tidak hanya itu saja, dari keterangan FH, dirinya mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang tinggal di Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Keterangan itu kemudian dikembangkan dengan mendatangi rumah sesuai penyampaian FH. Namun setelah tiba di rumah tersebut, lelaki yang dicari sudah melarikan diri.

“Untuk lelaki yang menjadi tempat pembelian narkoba jenis ganja, saat ini masih kami lakukan pengejaran. Apabila sudah kami temukan, akan kami informasikan kembali. Sedangkan untuk FH saat ini sudah kami lakukan penahanan dan kami jerat dengan Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Kami pun berterima kasih atas informasi yang diberikan masyarakat. Kedepannya kami berharap, agar sekecil apapun informasi yang ada berkaitan dengan narkoba, minuman keras (Miras) dan hal-hal lainnya, tolong diinformasikan, sehingga bisa kami tindak secepatnya,” harap Iptu Mahyudin Popoi,S.H. (Jurnal 01)

Bagikan :

Jurnalis Satu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *