Kapolsek Kota Utara, Iptu Ricky P. Parmo,S.Hi beserta tim gabungan patroli PPKM level 3, membubarkan kegiatan pesta pernikahan pejabat yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Mess Haji Gorontalo.

Jurnal Celebes.id, KOTA GORONTALO – Tim gabungan patroli PPKM level 3 Kota Gorontalo, Rabu (04/08/2021) sekitar pukul 21.45 Wita, membubarkan pelaksanaan pernikahan yang digelar di gedung serbaguna mess haji, Kota Gorontalo.

Pernikahan pejabat di daerah Bone Bolango dan ASN daerah Kabupaten Gorontalo tersebut terpaksa dibubarkan, karena diduga tidak mengikuti protocol kesehatan (Prokes) serta melanggar INMENDAGRI nomor 29 tahun 2021 dan surat edaran Walikota Gorontalo.

Kapolsek Kota Utara, Iptu Ricky P. Parmo,S.Hi mengatakan, awalnya tim gabungan patroli PPKM mendapatkan informasi, dimana sedang berlangsung pesta pernikahan di gedung serba guna Mess Haji Gorontalo. Mendapatkan laporan tersebut tim gabungan langsung menuju ke gedung Mess Haji Gorontalo.

“Ketika kami tiba di Mess Haji Gorontalo, kami mendapati banyak masyarakat yang tidak menerapkan protocol kesehatan (Prokes) di lokasi pesta pernikahan. Salah satunya yakni tidak menjaga jarak, dimana kursi tamu undangan yang duduk saling berdekatan serta banyak tamu undangan yang tidak menggunakan masker,” paparnya.

Lanjut kata Iptu Ricky P. Parmo,S.Hi, dengan adanya temuan tersebut, pihaknya langsung mengambil tindakan tegas serta humanis dan persuasive. Kegiatan pesta pernikahan itu pun langsung dihentikan, mengingat saat ini Kota Gorontalo masih melaksanakan PPKM level tiga, serta melihat adanya para undangan yang sudah banyak berkerumun, sehingga tidak menutup kemungkinan, pelaksanaan pesta pernikahan, dapat menimbulkan klaster penyebaran covid-19 di wilayah Kota Gorontalo.

“Jadi, kegiatan berupa pesta pernikahan salah seorang kepala dinas di daerah Bone Bolango berinisial SM dan ASN Kabupaten Gorontalo SRT, terpaksa kami berhentikan, guna meminimalisir terjadinya penyebaran virus corona atau covid-19 di daerah Kota Gorontalo,” tegasnya.

Tidak hanya itu saja, kata Iptu Ricky, pihaknya telah meminta klarifikasi dari pihak Mess Haji Gorontalo, dimana dari pihak pengelola menyampaikan bahwa gedung ini diizinkan untuk pelaksanaan pesta pernikahan. Namun pelaksanaannya hanya bisa sampai pukul 21.00 Wita dan penyelenggara wajib menerapkan protocol kesehatan (Prokes). Bahkan kata Iptu Ricky, pihaknya mendapati bahwa kegiatan pesta pernikahan tersebut mendapatkan izin dari Kepala Kesbang Pol Kota Gorontalo.

“Seharusnya kegiatan-kegiatan seperti ini tidak harus terjadi. Apalagi status gedung yang digunakan untuk pelaksanaan pesta pernikahan, telah ditunjuk oleh Pemprov Gorontalo, sebagai tempat isolasi terpusat bagi pasien Covid-19. Oleh karena itu, kami berharap agar hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat lainnya, tidak terkecuali pejabat daerah,” pungkasnya. (Jurnal 01)

Bagikan :

Jurnalis Satu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *