Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono,S.I.K

Jurnal Celebes.id, GORONTALO – Diduga telah melakukan dugaan kekerasan seksual dan kekerasan psikis, salah seorang oknum dosen disalah satu Universitas ternama di Gorontalo yakni MK, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Krimmum) Polda Gorontalo.

Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus,S.I.K,M.Si,MM melalui Kabid Humas, Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono,S.I.K menyampaikan, terkait dengan laporan dugaan kekerasan seksual dan kekerasan psikis yang dilakukan oknum dosen di salah satu Universitas di Gorontalo berinisial MK, terhadap istrinya LMH, yang dilaporkan pada 06 Maret 2020 lalu, kini sudah ditetapkan tersangka.

“Pada 26 Maret 2021 lalu, penyidik PPA Polda Gorontalo telah menetapkan MK yang awalnya berstatus saksi, beralih status menjadi tersangka. Hal tersebut sesuai dengan hasil pemeriksaan saksi–saksi, keterangan ahli, alat bukti surat, barang bukti dan juga hasil gelar perkara yang dilaksanakan pada 16 maret 2021,” jelas mantan Kapolres Bone Bolango ini.

Sebelumnya Korban LMH melaporkan suaminya MK atas dugaan tindak pidana KDRT (Kekerasan Seksual dan Kekerasan Psikis) yang  pertama kali terjadi pada Januari 2019 silam, sekitar pukul 01.00 WITA di kost tempat tinggal korban dan terlapor yang beralamat di Kelurahan Limba U 1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, dan yang terakhir kali pada Selasa 03 Maret 2020, sekitar pukul 23.00 Wita di kost tempat tinggal korban dan terlapor yang ada Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. Caranya yakni, terlapor MK memaksa korban yang merupakan istrinya untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri dengan orang lain, dengan menakut–nakuti korban. Jika korban tidak bersedia, maka video vulgar korban dengan lelaki lain semasa remaja akan tersebar. Pada kejadian terakhir yakni pada Selasa, 03 Maret 2020 sekitar pukul 23.00 Wita, korban sempat menolak, kemudian terlapor menampar korban sebanyak satu kali, menendang kaki korban sebanyak satu kali lalu mengancam korban dengan menggunakan pisau.

“Setelah menerima laporan Polisi tersebut, Dit Reskrimum telah menindaklanjutinya melalui kegiatan penyelidikan dan penyidikan, dan dari kasus ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi. Namun kegiatan penyidikan sempat mengalami hambatan, karena adanya wabah covid-19 dan dengan diberlakukannya PSBB. Berdasarkan hasil gelar perkara untuk pembuktian bahwa korban mengalami kekerasan seksual, sebagai akibat perilaku tersangka yang menyuruh laki-laki lain untuk berhubungan layaknya suami istri dengan korban, belum bisa dipastikan. Sedangkan ancaman kekerasan yang mengakibatkan korban mengalami stress (Kekerasan psikis) sudah dapat dipastikan, berdasarkan hasil pemeriksaan psikolog dan bukti rekaman telfon. Atas dasar tersebut, MK ditetapkan sebagai tersangka, namun tidak dilakukan penahanan karena ancaman pidananya 3 tahun penjara,” jelas Alumnus Akpol 1998 ini.

Atas perkara tersebut penyidik Subdit IV Ditreskrimum Polda Gorontalo menjerat tersangka dengan Pasal 47 subsider Pasal 46 subsider Pasal 45 Ayat 1, Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT. (Jurnal 01)

Bagikan :

Jurnalis Satu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *