Diluar jam kantor, Kombes Pol. Witarsa Aji,S.I.K,S.H,M.H meninjau lokasi pohon aren yang merupakan bahan baku pembuatan minuman keras jenis cap tikus (CT) serta turut memberikan edukasi kepada masyarakat.

Mengambil intisari dari ajaran beberapa guru, bahwa Nusantara itu ibarat Oase di Padang Sahara. Sebuah lubuk nan hijau, indah, sejuk lagi sexy. Selain ‘air’ nya tak pernah kering, anginnya sepoi – sepoi, juga ‘buah’ nya pun beraneka macam.

Saat ini (Mungkin secara kebetulan) saya diperhadapkan dengan seorang direktur di Direktorat Narkoba Polda Gorontalo. Namanya adalah Kombes Pol. Witarsa Aji,S.I.K,S.H,M.H atau biasa disapa Bang Aji. Alumnus AKABRI 97 ini memberikan banyak pelajaran berharga diluar dari tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) sebagai Direktur Narkoba. Salah satunya yakni aplikasi nasionalisme yang beliau jalankan diluar jam Tupoksinya, kuat nawaitunya dalam merubah mindset masyarakat dari yang tadinya gemar memproduksi minuman keras (Miras) jenis cap tikus (CT) yang berbahan baku dari pohon aren, kini secara perlahan berubah menjadikan hasil aren sebagai satu produk yang lebih bermanfaat bagi masyarakat baik berskala nasional bahkan internasional.

Diawali dari kerelaan beliau akan tenaga, pikiran dan materi, sebagai modal kebutuhan masyarakat dalam proses produksi. Saat diperistirahatan lokasi tempat pengelolaan aren, sempat terbesit dalam benak ‘Andaikan apa yang dilakukan oleh Bang Aji ini, dilakukan di kampung halamannya sendiri, tapi mungkin hal itu mustahil, karena beliau akan pulang ke kampung halamannya pasti nanti sudah pensiun’.

Namun tiba-tiba secara kebetulan Bang Aji berkata ‘Wujud nasionalisme itu adalah, dimanapun kita berpijak di bumi nusantara ini, disitulah kita membangun, karena kita adalah anak kampung sini (AKAMSI)’. Sebuah kalimat sederhana yang memiliki arti mendalam bagi saya, serta motivasi untuk membangun daerah saya sendiri.

Saat ini masyarakat yang mengelola pohon aren sebagai bahan baku pembuatan Miras, secara perlahan mulai beralih. Berkat niat tulus Bang Aji beserta seluruh personel Dit Narkoba Polda Gorontalo, yang hendak merubah mindset masyarakat, di mana kini pohon aren tersebut dikelola secara professional dengan system tradisional, untuk dibuat gula semut.

Setiap pulang kantor, sesekali saya turut ikut untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekaligus melihat secara langsung aktivitas masyarakat hingga larut malam, yang mengelola pohon aren menjadi gula Kristal. Lebih bermanfaat, halal, tidak dikejar Polisi dan pastinya bisa meningkatkan pendapatan atau kesejahteraan dari masyarakat itu sendiri. Upaya ini pun tentu turut mendukung upaya pemerintah dalam hal Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dengan gaya berfikir yang berbeda dari Bang Aji ini, kini masyarakat Gorontalo, khususnya yang mengelola pohon aren bisa mendapatkan banyak manfaat serta pendapatan yang tidak sedikit, dibandingkan dengan mengelola pohon aren sebagai bahan baku pembuatan Miras. Bahkan tak sedikit masyarakat umum, mulai berkeinginan untuk ikut mengelola pohon aren sebagai gula semut.

Semoga niat tulus ini bisa membuahkan hasil dan bernilai ibadah. Salam Anak Kampung Sini (AKAMSI)……

 

Zulkifli (Wartawan)

Bagikan :

Jurnalis Satu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *