Pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas seleksi SIPSS Gorontalo

Jurnal Celebes.id, GORONTALO – Seluruh peserta seleksi peserta Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun anggaran 2021, diminta oleh Waka Polda, Brigjen Pol. Drs. Pudji Prasetijanto Hadi,M.H, agar percaya diri dalam mengikuti tes seleksi. Hal tersebut ditegaskannya pada saat pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas seleksi SIPSS Gorontalo, Senin (25/01/2021).

Disampaikan Brigjen Pol. Drs. Pudji Prasetijanto Hadi,M.H, seleksi penerimaan SIPSS ini tujuannya adalah untuk mencari lulusan sarjana D-IV dan S1, yang nantinya akan didik menjadi perwira Polri dengan kompetensi khusus, guna menghadapi tantangan tugas Polri dimasa yang akan datang. Untuk mengoptimalkan kegiatan rekrutmen guna mendapatkan calon-calon yang potensial, SSDM Polri telah melakukan pembenahan dan penguatan, khususnya dalam seleksi pendidikan pembentukan Polri. Salah satu bentuknya adalah, melalui kegiatan pembacaan sumpah dan penandatanganan pakta integritas.

“Pembacaan sumpah dan penandatanganan pakta integritas ini, merupakan komitmen yang harus kita pegang teguh sebagai tanggungjawab kita, baik kepada organisasi maupun kepada tuhan yang maha esa. Kegiatan ini jangan hanya dijadikan sebagai suatu kegiatan rutinitas seremonial semata, yang tidak memiliki nial apa-apa, karena melalui kegiatan ini Insya Allah akan menjadi salah satu pondasi pembenahan organisasi Polri, yang semakin professional, modern dan terpercaya dimasa yang akan datang,” ungkapnya.

Ditambahkan pula, proses seleksi pendidikan pembentukan Polri yang dilakukan saat ini sudah mengalami metamorphosis yang semakin baik, dimana SSDM Polri telah melakukan pembenahan system seleksi dengan mempedomani prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis). Dalam pelaksanaan seleksi saat ini, SSDM Polri sudah menggunakan system IT. Mulai dari proses pendaftaran melalui aplikasi website penerimaan, serta dalam tahapan seleksi seperti test psikologi dan test kompetensi keahlian aspek pengetahuan yang sudah menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Hal ini tentunya akan meminimalisir penilaian secara subjektif dan lebih mengedepankan penilaian secara objektif.

“Dengan adanya system yang sudah sangat baik ini, seharusnya dijadikan motivasi oleh peserta seleksi, dalam mengikuti proses kegiatan. Jangan lagi memiliki mindset atau pola pikir bahwa budaya-budaya negative yang ada dalam proses seleksi, masih dapat dilakukan. Jangan lagi mudah percaya kepada siapapun atau pihak manapun yang bisa menjanjikan untuk dapat meluluskan pada proses seleksi ini. Apabila ada anggota Polri atau PNS Polri, atau panitia yang menjanjikan atau memberikan jasa untuk bisa meluluskan peserta pada seleksi ini, segera dilaporkan kepada panitia pengawas yang akan diawaki oleh Itwasda dan Bid Propam Polda Gorontalo serta dari pengawas eksternal,” tegasnya.

Waka Polda bahkan menekankan, agar seluruh peserta seleksi dapat menumbuhkan kepercayaan pada kemampuan diri sendiri, dan yakin bahwa dengan melakukan persiapan yang matang, akan menjadi modal besar dalam menghadapi tes seleksi, sehingga dapat lulus dan lolos mengikuti pendidikan.

“Perbanyaklah berdoa karena semua yang terjadi di dunia ini tidak lepas dari kuasa tuhan yang maha esa. Semoga apa yang menjadi doa, harapan dan keinginan kalian, dapat terkabulkan,” pungkasnya.

Sementara itu, peserta yang akan mengikuti test SIPSS tahun ini sebanyak 21 peserta, yang terdiri dari 18 orang pria dan tiga orang wanita. (Jurnal 01)

Bagikan :

Jurnalis Satu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *