Pada saat Vicon, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K, M.Si,M.M memberikan target kepada Kapolres Boalemo dalam waktu lima hari, berkas sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum.

Jurnal Celebes.id, GORONTALO – Respon cepat dalam penanganan hukum terhadap oknum anggota Polres Boalemo, yang melakukan tindak pidana berupa perekaman video, yang bermuatan asusila membuktikan Polda Gorontalo tidak membeda-bedakan dalam hal penegakan hukum.

Bahkan Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus, S.I.K, M.Si,M.M memberikan target kepada Kapolres Boalemo dalam waktu lima hari, berkas sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum. Hal ini dijelaskan Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono, S.I.K usai mengikuti Video Conference (Vicon), yang dipimpin oleh Kapolda Gorontalo dan diikuti oleh Wakapolda, Irwasda, Para PJU Polda Gorontalo, para Kapolres serta PJU Polres, Senin (25/01/2021).

“Tadi melalui Vicon, Pak Kapolda berikan target lima hari kepada Kapolres Boalemo, yaitu mulai Jumat (29/1/2021), berkas kasus perekaman video asusila yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Boalemo, harus sudah dilimpahkan ke JPU,” kata Alumnus Akpol 1998 ini.

Pemberian target tersebut sebagai wujud responsibiltas dan juga implementasi transparansi berkeadilan, sebagaimana konsep Polri Presisi yang disampaikan calon Kapolri Komjen Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo,M.Si saat menjalani uji kelayakan (Fit and propertest)  dihadapan Komisi III DPR RI beberapa waktu lalu.

“Apa yang ditegaskan oleh Pak Kapolda, merupakan bagian dari implementasi Konsep Polri Presisi (Prediktif, Responsibiltas, Trasnparansi Berkeadilan), dimana responsibilitas dimaknai sebagai rasa tanggungjawab yang diwujudkan dalam ucapan, sikap, perilaku dan responsive dalam pelaksanaan tugas, yang secara keseluruhan ditujukan untuk menjamin kepentingan dan harapan masyarakat, dalam menciptakan keamanan dan ketertiban. Sedangkan transparansi berkeadilan ini, menjawab bahwa hukum berlaku sama, tidak tumpul diatas tajam kebawah. Artinya disaat ada keterlibatan oknum anggota dalam perbuatan pidana, maka kita tidak tutupi, tetapi tetap diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Hal inilah yang dibuktikan oleh Pak Kapolda dengan memberikan target selama lima hari terhadap kasus perekaman video bermuatan asusila tersebut segera dituntaskan dan diserahkan ke JPU,” kata Kombes Pol. Wahyu.

“Jika target tersebut tidak terpenuhi, tentunya akan ada evaluasi khususnya terhadap Kasat Reskrim yang menangani kasus tersebut,” tegas mantan Kapolres Bone Bolango ini. (Jurnal 01)

Bagikan :

Jurnalis Satu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *